
I Putu Ngurah Ardika, S.sn Guru Sejati Kundalini.
[Bapak I Putu Ngurah Ardika, S.sn di antara orang-orang yang merindukan kedamaian dan pencerahan]
Siapakah Bapak Putu Ngurah Ardika, S.sn
Latar belakang:
Bapak I Putu Ngurah Ardika, S.Sn adalah sosok manusia biasa. Tidak beda dengan manusia lainnya yang lahir dari rahim seorang ibu. Hanya saja, lelaki yang diberi sapaan akrab “Gede” oleh Ibunya bernama Ni Luh Pasek Suteni mempunyai sejarah kelahiran yang penuh dengan nuansa keanehan. Bapak I Putu Ngurah Ardika, yang kini menjadi Guru Sejati Kundalini yang bertubuh atletis ini mempunyai riwayat keluarga sedikit unik. Leluhur beliau berasal dari Desa Sakti, Nusa Penida, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung.
Tidak disebutkan detail kisah perjalanan dari Bumi Nusa Sakti, Klungkung, akhirnya menginjak Bumi Panji Sakti Buleleng. Setelah lama di Buleleng, pasangan suami istri I Wayan Manca dan Ni Luh Pasek Suteni melahirkan seorang bocah lucu yang diberi nama I Putu Ngurah Ardika, buah hati yang pertama dari empat bersaudara.
Menurut ibundanya, semenjak dalam kandungan ia sering didatangi para dewa dan orang-orang suci. Begitu juga ketika Bapak Putu Ngurah Ardika lahir 2 September silam terjadi keajaiban alam yang luar biasa. Tidak biasa terjadi bagi kelahiran orang kebanyakan. Misalnya, terjadi keanehan alam seperti gempa yang mengguncang bumi. Juga disambut oleh ledakan guntur yang maha hebat, termasuk hujan turun begitu lebatnya. Dengan tanda-tanda alam tersebut, Ibu Suteni tidak menyadari akan perjalanan putra pertamanya seperti apa nantinya.
Bahkan, ketika sudah dewasa, Ibu Suteni cukup gelisah, lantaran si sulung tidak seperti saudara-saudaranya yang memilih bekerja di jalur formal, seperti dokter, PNS dan pilihan lainnya. Melihat kondisi yang tidak jelas bagi pilihan Bapak I Putu Ngurah Ardika, membuat sang ibu sedikit kecewa, bahkan merasa ragu akan perjalanan hidupnya.
Begitu juga citra keluarga di Buleleng sedikit terganggu, karena masyarakat menganggap pilihan anak pertamanya yang lebih dikenal dengan balian, akan memberikan penilaian miring. Itu juga yang membuat Ibu Suteni sedikit kurang sreg. Tapi, bagi beliau, Putu Ngurah Ardika pilihan tersebut justru memberikan derajatnya semakin mempunyai arti. Hidup Bapak Putu Ngurah Ardika justru mempunyai nilai lebih dalam dunia spiritual.
Karena apa? Begitu dirinya diketahui mempunyai kelebihan dan mampu membuat orang bahagia, damai, rukun, sejahtera, sembuh dari penyakit medis maupun non medis berbondong-bondong orang mendatangi rumahnya yang berada di bilangan Jalan Lembu Sura, Perum Taman Lembu Sura, Kav. I/1, Banjar Poh Gading, Ubung Kaja, Denpasar.
Sebelum tenar bersama Yayasan Spiritual Dharma Sastra, beliau berjuang demi hidupnya dan umat manusia. Berbekal dari sepeda motornya Honda Kharisma sosok Bapak Putu Ngurah Ardika terus melaju dengan deru motornya menuju Denpasar-Marga, sebuah kesibukan yang penuh dengan pelayanan. Berbekal dengan sumbangan sukarela dari seseorang beliau mendirikan sebuah yayasan sebagai badan hukum untuk lembaga speritual yang di beri nama Yayasan Dharma Sastra.
Di satu sisi, ia juga pernah menyebarkan media untuk dibagi-bagikan kepada murid-muridnya yang waktu itu belum banyak seperti sekarang. Bahkan, ia juga pernah berjuang sendiri memasarkan produknya yakni Media Spiritual. Media inilah yang memberikan andil, mengapa yayasan Dharma Sastra ini menjadi diburu dan dicari orang yang dibelit berbagai masalah jasmani dan rohani, dan berbagai penyakit medis dan non medis
Begitu juga hasil karyanya berupa buku-buku, pertama kali adalah Sastra Kundalini juga ia sendiri yang memasarkannya. Begitu penuh semangat dan tanggung jawab, Bapak Putu Ngurah Ardika memang penuh dengan kerja keras. Dimitosi dengan ajaran agama, perimsip beliau adalah “Siapa yang mau bekerja keras dan rajin berdoa akan mendapatkan hasil bahkan selalu mendapat keselamatan dan disayangi Tuhan.”
Sebelum sukses seperti sekarang, beliau bercerita pernah suatu ketika di tengah derasnya hujan ia menyambangi rumah murid-muridnya, orang-orang yang pernah di tolong hingga sembuh, selalu menanyakan keadaan dengan seyum dan tawa khasnya. Tutur kata beliau yang selalu membuat orang lain merasa damai dan etos kerja kerasnya sampai sekarang masih tertular bagi semua orang-orang yang mengenalnya. Atas kerja kerasnya itulah kesuksesan diraihnya juga, pelatihan meditasinya menjadi peminat dan perhatian banyak orang, hingga sekarang sudah ratusan bahkan jutaan orang yang aktif mengikuti pelatihan meditasi dan pencerahan secara berkala dan reguler
Kesuksesan memang sulit diukur, menurut beliau makin kita menjadi terkenal makin takut jika berbuat salah. Banyak pujian bahkan ketidak senangan orang lain kepada dirinya juga ada. Apakah dengan sembuhnya orang yang diobati, murid-murid yang merasakan kedamaian hidupnya, pasangan suami istri yang telah mendapatkan keturunan yang telah menunggu lama maupun telah berobat kesana-kemari, para pejabat yang mendapatkan kesukseskan, pengusaha yang menjadi sukses setelah di tolong telah banyaknya mendapat pujian tidak membuat Bapak Putu Ngurah Ardika menjadi takabur dan sombong akan tetapi seperti sifat padi makin berisi makin menunduk dan yang dilakukan beliau masih terus dan terus menerus melakukan dhrama baktinya tanpa melihat kesuksesan.
Menurut cerita beliau, demikian pun dengan ibunya, yang waktu itu menjadi guru di Kintamani, Bangli, sering dikunjungi oleh Dewi Danu. Ngurah Ardika waktu itu sudah bisa melihat Gunung Batur yang akan meletus. Kejadian aneh lainnya adalah sering ada uang di kantong tanpa tahu siapa yang memberi. Bahkan, begitu pengakuannya, bisa melihat bahwa ada tangga di Gunung Batur yang menuju surga, yang biasa digunakan oleh Raja Sri Tapolung untuk ke sorga.
Kundalini sebagai Ajaran Suci
Di alam ini masih banyak bertebaran kekayaan yang bersifat rohani yang mampu memberikan kebahagiaan bagi umat manusia. Begitu juga, berbagai olah rohani masih dapat digali, diolah dan dimanfaat sesuai dengan kemampuan dan karma. Bagi Bapak I Putu Ngurah Ardika, ia telah memilih ajaran suci kundalini untuk membahagiakan umat manusia. Dengan berbagai jalan, ajaran kundalini dijadikan media, sarana untuk memberikan yang terbaiki bagi umat manusia.
Bagi Bapak I Putu Ngurah Ardika, kekayaan rohani ini sudah ada di dalam tubuh setiap manusia, hanya saja belum bisa mengolahnya. Pasalnya, diperlukan orang-orang yang diberkahi dan layak untuk membimbing insan lain. Orang-orang itu tentu adalah bukan sembarang orang. Tuhan pasti memberikan jalan bagi mereka yang layak dan siapa yang berkarma dalam bidang spiritual. Di sinilah pentingnya Guru Sejati.
Dikatakannya, mengakrabi ajaran suci Spiritual Kundalini sebagai suatu ajaran yang sangat membutuhkan sosok yang betul-betul dipilih oleh kehendak alam. Menggali energi murni dalam diri ini tidaklah mudah, walaupun setiap orang memilikinya di dalam badannya. Kekuatan ini tidaklah dapat dilihat, juga tidak dapat diraba. Hanya dapat dirasakan dan dijadikan media sesuai dengan kebutuhan tubuh, seperti penyucian, penyembuhan yang akhirnya menjadikan umat manusia hidup dalam penuh kebahagiaan.
Kalau dirunut ke belakang, Bapak I Putu Ngurah Ardika melakoni kehidupan spiritual yang bertahap, sebagaimana yang diakuinya. Usia 12 sampai 29 tahun adalah tahap belajar spiritual. Pada masa ini beliau mengaku menimba ilmu dari para guru gaib seperti Dewa-Dewi, Sapta Rsi serta leluhur beliau yaitu Arya Sentong yang ada di Jawa dan di Bali. Usia 29 sampai 34 tahun adalah tahap penyucian diri. Masa penyucian diri dimulai dengan berendam di sebuah sumber mata air yang berada di tengah laut di daerah Sanur. Berendam dilakukan 5 jam sehari selama 42 hari. Lima jam tersebut dibagi menjadi lima bagian yaitu: satu jam menghadap utara, satu jam menghadap barat, satu jam menghadap selatan, satu jam menghadap timur, satu jam menghadap ke atas.
Setelah itu dilanjutkan dengan melukat di laut Pulau Menjangan. Terakhir ia melukat di Pura Tirta Empul Tampak Siring hingga sekarang. Usia 34 sampai sekarang adalah tahap pengamalan ilmu. Pada tahap ini Bapak Putu Ngurah Ardika mulai mengajarkan ilmu yang dimilikinya dan mulai membantu membangkitkan kundalini orang lain. Ia beberapa kali mengadakan pembangkitan kundalini secara gratis di berbagai tempat sering yang dihadiri oleh peminat yang membludak.

