
Pengalaman spiritual saya sebagai murid pak Putu
Februari 4, 2008Om Swastiastu …
Perjalanan spiritual saya bermula saat saya membaca buku mengenai KUNDALINI. Lalu sejak saat itu, saya selalu sempatkan untuk membeli dan membaca buku tentang Kundalini. Kadang,sesekali browse di internet juga. Saya benar2 terbuai dgn isi buku itu, bahwa dgn Kundalini kita akan bisa begini dan bisa begitu. Tidak lupa juga buku tersebut bercerita bahwa jika Kundalini kita sudah bangkit dan sampai di cakra tertentu, maka kita bisa begini dan begitu. Dan semakin tinggi energy Kudalini kita terpancar, maka semakin banyak juga kemampuan kita. Dalam konsep saya saat itu, bahwa naik tingkat dlm pengolahan Kundalini, berarti saya memiliki tambahan suatu kemampuan supranatural. Saya rasa buku tersebut memang benar2 best seller.
Semakin banyak buku saya baca, semakin yakin saya akan keampuhan Kundalini, tapi satu hal saya sadari belakangan bahwa sebagai buku, penulisnya pun harus membuat isi buku tersebut demikian menarik sehingga buku2 tsb bisa laku terjual dengan banyak. Secara kasarnya ada sedikit tambahan2 fantasi. Waktu itu, karena merasa sudah banyak baca buku dan sudah banyak berdiskusi dgn teman saya, saya merasa sudah mempunyai banyak pengetahuan tentang Kundalini…hehe..”hebatnya” saya saat itu. Padahal saya saat itu masih NOL NOL NOL BESAARRRR…!!!
Sampai suatu saat saya bertemu dengan Pak Ngurah, sang Guru Sejati Spiritual Kundalini.. Karena konsep saya tentang Kundalini adalah terbatas dari buku yg saya baca, maka saya sempat bingung dengan konsep dari Sang Guru Sejati. Saat itu bagi saya naik tingkat adalah mempunyai kemampuan yang bertambah. Bagi saya kemajuan adalah saya bisa duduk lama dan punya kemampuan ini dan itu.
Ternyata lain lagi konsep dari Sang Guru Sejati. Setelah sekian lama bersamanya, Menurut kesimpulan saya Spiritual Kundalini itu bukan lah kemampuan ini dan itu. Spiritual Kundalini adalah jalan hidup menuju tujuan hidup. Demikian kesimpulan saya tentang ajaran beliau. Spiritual Kundalini adalah kesadaran diri. “ Naik Tingkat ‘ bukanlah lantas kita bisa ini dan itu..Dan belajar Spiritual Kundalini adalah mustahil hanya melalui buku2..hanya keiklasan dan percaya sepenuh hati untuk menjalani semua ajaran Guru Sejati kuncinya.
Kini ternyata kemajuan, adalah sesuatu perlu dihayati, bukan sesuatu yang bisa di pamerkan di depan mata. Kemajuan adalah sesuatu yang telah “membentuk” kesadaran kita menjadi spt sekarang ini. Kemajuan bukan melihat ini-itu atau melihat pemandangan yg aneh-aneh atau merasakan getaran2 tertentu dalam meditasi. tetapi, kemajuan adalah kesadaran kita yang telah jelas-jelas “maju” dibandingkan dengan “siapa kita” yang dahulu. Hal ini bukan orang lain, melainkan kita sendiri yang dapat mengetahuinya, tentu saja seorang Guru dengan kualitas seperti Sang Guru Sejati Spiritual Kundalini dapat mengetahuinya dengan jelas.
Kemajuan bagi saya adalah bagaimana kita mulai memiliki pengertian dan kesadaran bahwa kita ini insan yang tidak tahu apa-apa, insan yang tidak mempunyai kemampuan apa pun, tetapi di saat yang sama kita adalah insan yang sangat disayangi oleh Tuhan. Dalam segala hal, dalam segala problem, Tuhan selalu datang bersama kita dan problem tidak sampai membuat “pohon diri” tumbang berantakan. Justru, problem demi problem merupakan cobaan dari-NYA yang telah berhasil membentuk kita menjadi kita yang sekarang ini. Sampai suatu saat saya akan bisa dancing with problem.
Ini memang konsep yg ada di kepala saya. Baru sampai di kepala. Konsep yang harus saya dalami lagi dengan makin sering duduk agar konsep bisa selaras dengan pikir, hati dan jiwa.
Duduk kini bagi saya bukan hanya sekedar duduk. Ada kedalaman yg harus di gali, di hayati dan di telaah dgn lebih seksama.. Kalau ada yang tanya mau gali apa?..apa yg mau di gali? Mau hayati apa?..apa yg harus di hayati? Mau telaah apa?..apa yg mau ditelaah?
Saya hanya bisa menjawab..Duduk lah lebih sering…Duduklah lebih tenang…Duduklah lebih santai..Duduklah hanya untuk duduk..lakukan dan lakukan.. sekali lagi lakukan apa ajaran yang di berikan Guru Sejati.
Demikian panjang perjalanan yg telah saya lakuan (menurut saya 15 bulan panjang?) Ternyata sudah banyak sekali yang saya dapatkan, kesehatan, harmonis keluarga, dan yang paling besar dalam hidup saya berumah tangga adalah hadirnya anak lelaki penerus keluarga. (BARU NGEH SAAT INI, BETAPA SABAR SANG GURU SEJATI).
<!–[if !supportLineBreakNewLine]–><!–[endif]–>
Temans seperjalanan.
Walau mungkin Pak Ngurah akan bilang saya adalah murid yg paling bodoh…Walau mungkin meditasi yg saya lakukan tidak memberikan saya kemampuan ini dan itu, tapi saat ini saya sudah merasa naik TINGKAT..Dan untuk itu saya tidak perlu bisa ini dan itu.
<!–[endif]–>
Kadang teman yang tahu saya mengikuti ajaran Sang Guru Sejati, mengolok-olok saya,
Seperti kuliah saja selama 4 tahun? Nanti tamat Apa ijasah mu, Made?
Apa ijasah nya…ijasahnya hanya saya sendiri yg tahu (SUDAH TERBUKTI).
Saya tahu ijasah saya saat saya sedang Du-Kun [duduk dgn tekun]..ijasahnya adalah saya saat saya terombang-ambing, babak bonyok [ lebih parah dari babak belur, bro..] oleh hempasan cobaan dan goyah dan jatuh dan kesakitan, tapi saya tetap berpegang pada Sentuhan-Nya..Sekali saya dalam Dekapan-Nya, tak ada yang bisa merenggut saya dari pada itu. Hanya niat kita sendirilah yg bisa melepaskan itu..Itu adalah pilihan.. Kita bebas memilih..Mau pilih kumis atau mau pilih klimis..hehe maaf itu pilkada Jakarta DKI kemarin lalu..
Berhalusinasi kah saya?..Entah saya juga tidak tahu. Tapi saya tahu Guru Sejati tahu di mana posisi saya…
Guru Sejati bagi saya seperti berjalan dgn seseorang yg membawa lampu. Semua tergantung dosa dan karma setiap orang. Guru tidak membuat jarak perjalanan saya jadi lebih pendek, Guru tidak membuat gunung dan jurang yg harus saya tempuh menjadi rata, tapi lampu itu membuat saya tidak perlu meraba-raba dalam gelap dan pembawanya akan selalu menerangi kemana jalan di tempuh.
Yakinlah bahwa kekuatan yg kita dapat selama ini akan menjadi suntikan kekuatan batin kita.. So, kepada temans..sahabat.. sesama murid.. saudara ..dan semuanya duduklah, tekunlah, bersungguh dan sabarlah…!
Sekian sharing saya ini. Untuk teman yg sedang jatuh, jenuh dan jauh dlm perjalanan dan seorang diri, mari raih tangan kita, kita bisa berjalan bersama-sama. Jangan biarkan Guru Sejati sendirian terlalu lama menunggu kita di seberang sana. Time can wait..
Om Shanti,shanti,shanti, Om
SELAMAT TAHUN BARU 2008
Dari Keluarga Murid Spiritual Kundalini Bali :
- Sp.K.B.24.11.2006 a/n I Made Raka Suantara
- Sp.K.B.25.11.2006 a/n I Komang Gede Sudiantara (adik)
- Sp.K.B.23.11.2006 a/n Putu Ariani (istri)
- Ni Putu Ulandari Maharani Putri (anak)
- I Made Gede Ngurah Anantara Mahottama Putra (anak)
Alamat:
Jalan Nangka Gg Nuri VI/3 Denpasar Utara, Bali
Selasa 28 April 2009
Om Swastiastu,
Salam Jempol, tak terasa sudah lebih dari setahun saya menulis pengalaman sebagai murid Spiritual Kundalini dan pada hari ini Selasa 28 April 2009, merukapan babakan baru dari perkembangan meditasi Spiritual Kundalini, dimana menurut catatan saya meditasi ini yang ke-279 (dari awal meditasi Selasa Jumat yang ke-1 kalau tidak salah Selasa 8 Agustus 2006) yang diadakan dalam skala besar pertama kali di Gor Lila Bhuana.
Dengan program kejutan dari Guru kita (Bu Dayu Intan Genitri dan Pak Putu Ngurah Ardika) yaitu membuka Mata Bathin/Mata Siwa yang dihadiri sangat antusias murid-murid lama maupun baru. Mudah –mudahan dengan gebrakan ini Meditasi Spiritual Kundalini makin jaya dan berkembang sesuai dengan Visi Misi yang dinaungi oleh Yayasan Spiritual Dharma Sastra
Untuk Pak Gde mudah-mudahan wordpress ini bisa sebagai ajang diskusi bagi murid khususnya dan bermanfaat bagi semuanya
Suksma