
Pengalaman saya II
April 25, 2009Flash Back : MIMPI MELIHAT SINAR PUTIH BESAR YANG CEMERLANG
Sebelum bergabung dengan Yayasan Spiritual Dharma Sastra dibawah bimbingan Guru Sejati Kundalini Bapak Putu Ngurah Ardika , SSN. Cuma belajar melalui buku-buku saja. Setelah ditinggal pergi oleh anak pertama saya yang bernama Pande Putu Tantra Buana Kusuma umur 11 th 4 bulan pada tanggal 7 Maret 2006 yang begitu mendadak,karena tidak ada firasat sama sekali akan ditinggal untuk selamanya. Dan anehnya lagi detik-detik anak pertama saya akan berpulang saya suruh dia untuk pranayama karena dia sukar bernapas,berdoa dan sembahyang tri sandhya. Seolah ada yang menuntun saya untuk melakukan itu semua,saya begitu tenang dan percaya diri waktu itu,sampai saya sadar ketika anak saya meregang dipelukan saya sambil muntah seperti ampas kopi.Memang sorenya beberapa jam lalu sudah kami periksakan ke Dokter di bialngan Perumnas Monang Maning yang biasa menanganinya. Dibilang tidak apa-apa oleh Dokternya Mungkin maag kata dokternya dan kami pun pulang karena wajah anak kami kelihatan seperti yang sudah-sudah (dia memang sering sakit dari sewaktu kecil). Saya baru sadar dan panik sambil naik turun tangga karena bingungnya akhirnya saya minta tolong kepada tetangga. Kami sempat membawanya ke RSUP Sanglah,…. badannya sudah membiru tapi sepertinya sudah terlambat dan akhirnya kami kehilangan putra tercinta kami .Dan bersamaan besoknya ketika pemakaman kakaknya,putri kedua saya yang bernama Ni Kadek Tirta Harum Arini Premahayashi umur 2 tahun rambutnya mendadak rontok !
Menurut medis setelah saya baca di internet penyakitnya bernama Allopecoa Aerata semacam kerontokan rambut yang disebabkan oleh diserangnya akar rambut oleh antibodi didalam tubuh karena dianggap musuh yang menyerang karena bentuknya sama.
Setelah berobat pada pengobatan tradisional (Jro Dasaran) di Lukluk selama lebih kurang 4 bulan lamanya.Akhirnya Jro Dasarannya bilang dengan jantan bahwa penyakit putri kami susah untuk disembuhkan , beliau sudah berusaha maksimal untuk membantu kami cuma Tuhan belum berkenan atau berjodoh. Kami disuruh pasrah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena mungkin ini adalah kehendakNYA. Saya merenungi diri ( mulat sarira ) dan bertanya dalam hati
” Ada apakah dengan perjalanan hidup saya ini ? Mungkin ada yang salah yang telah kami lakukan sebagai orang tua sehingga cobaan bertubi-tubi menimpa kami sekeluarga.Inilah dosa karma yang harus kami tanggung ! Ya Tuhan hamba mohon berilah kami jalan penerangan .
Akhirnya saya menyibukan diri saya dengan buku-buku spiritual yang saya beli di Gramedia , Perpustakaan Negeri Bali di Jl.Teuku Umar Denpasar dan beberapa terjemahan lontar –lontar yang saya copy di Pusat Dokumentasi Bali di Renon. Sebenarnya kegiatan membaca khususnya buku spiritual adalah hobi saya,tapi dulu sifatnya angin-anginan. Jadi sekarang setelah kejadian dan cobaan yang menimpa kami yang begitu beruntun , sekarang saya ingin memperdalam buku-buku spiritual untuk suluh hidup saya dan penerangan rohani saya.
Dalam pencarian jati diri itu,saya merasa cocok dengan ajaran-ajaran Swami Siwananda seorang Yogi asal India dengan Ajaran Japa Mantranya. Dan dari buku-buku beliaulah saya mendapatkan semua jawaban-jawaban dari cobaan hidup yang sedang kami tanggung ini.Yang mana setelah saya terapkan dan lakoni dengan tekun dapat melepaskan semua kesedihan yang saya rasakan selama ini. Saya jadi rajin sembahyang Trisandhya dan Panca Sembah di merajan dan Tirtayatra ke pura-pura Kahyangan Jagat .
Hingga akhirnya setelah setahun lebih belajar sendiri tanpa tuntunan seorang Guru lahiriah , saya merasa ada yang kurang dalam pelajaran spiritual saya ,yakni perlunya seorang Guru untuk membimbing spiritual saya. Kemudian saya tekun mohon kepada Sanghyang Guru dan Leluhur Suci yang ada di merajan kami.Semoga saya dipertemukan dengan seorang Guru yang betul betul Guru Sejati .Yang mana nantinya akan bisa membimbing saya dan keluarga kejalan kerohanian yang suci. Hingga akhirnya doa saya dijawab olehNYA .Melalui mimpi saya melihat seberkas ’Sinar’ yang sangat terang ,lebih terang dari sinar matahari dan bulan yang warnanya putih cemerlang.Tapi anehnya biarpun sinar itu sangat terang tapi tidak menyilaukan mata saya tapi malah menyejukkan.Terus terang sulit saya menggambarkan atau mencari perbandingannya dengan yang ada dialam nyata dimana saya hidup ini.Dan dibelakang ’Sinar’ ini saya melihat para pinisepuh-pinisepuh perguruan ilmu kebathinan Bali semuanya berpakaian seperti pakaian pertapa di India berwarna putih-putih mereka melayang-layang dilangit mengendarai kendaraan mereka masing-masing.Ada yang menaiki kuda terbang,singa,dan kereta kencana dan lainnya yang kurang jelas saya lihat,karena diselimuti awan putih tipis.Tapi kebanyakan mereka menaiki kuda.Mereka menuju kearah ’Tenggara’ … menuju atau mengikuti sinar putih !? Sinar putih cemerlang yang saya lihat pertama itu.Tidak tahu kelanjutan mimpi saya itu,karena saya terbangun dan tertegun! Apakah gerangan arti mimpi saya ini? Akhirnya saya sembahyang mohon petunjukNYA.
(Belakangan baru saya pahami setelah beberapa bulan bergabung dengan Yayasan Spiritual Dharma Sastra dibawah bimbingan langsung Guru Sejati Kundalini ,saya pribadi mengambil kesimpulan setelah merenung dan meditasi bahwa ” Sinar ” yang saya lihat didalam mimpi itu adalah beliau sendiri Guru Sejati Kundalini Bapak Putu Ngurah Ardika,S.Sn yang akrab dipanggil Pak Ngurah.Dalam pandangan saya tentang arti mimpi saya itu adalah , Sinar yang tiada lain adalah perwujudan dari Roh Suci beliau itu nantinya akan menjadi panutan ,akan menjadi komando bagi tokoh-tokoh spiritual Bali dimasa yang akan datang.Harapan saya mudah-mudahan perkiraan dari saya yang awam ini benar adanya. Karena saya pribadi merasakan ada ”Sesuatu” yang begitu kuat dalam diri Sang Guru Sejati Kundalini Bapak Putu Ngurah Ardika.)
Keesokan harinya seperti biasa setelah pulang dari kerja (tepatnya setelah seharian menunggu tamu dan tidak dapat tamu) saya menyempatkan mampir ke Toko Buku Gramedia di Denpasar,setelah terlebih dahulu mampir di Perpustakaan Negeri Bali .
Di Gramedia saya melihat-lihat buku yang menarik khususnya buku spiritual.Tiba-tiba mata saya tertuju dengan sebuah majalah yang judulnya Media Spiritual terbitan dari Yayasan Spiritual Dharma Sastra , kalau nggak salah Edisi 08/Tahun 2007 yang headlinenya ’Keajaiban Bunga Kehidupan Serap Segala Penderitaan Jasmani&Rohani.
Pertanyaannya adalah kenapa saya tertarik dengan majalah itu? Karena disana saya seperti melihat ”wajah” saya.Padahal saya tahu pasti itu bukan ’photo’saya ,Cuma meyerupai wajah saya dari samping! Akhirnya saya tertarik untuk membaca dan melihat-lihat isinya. Pandangan saya terpaku dengan sesosok wajah ganteng dengan postur tubuhnya agak subur mengacungkan jarinya dihadapan orang-orang yang berbaris mencangkupkan tangannya(dan belakangan saya ketahui beliaulah Guru Sejati yang saya nantikan,…
Yang akan mampu menuntun kami kejalan kerohanian,beliaulah Bapak Putu Ngurah Ardika ,S.Sn seorang Guru Sejati Kundalini) disana saya baca bahwa acara meditasi yayasan spiritual itu tiap hari Selasa dan Jumat setiap minggunya.
Akhirnya pada malam itu tepatnya hari Jumat malam tanggal 23 Maret 2007 atau Sukra Wage Wayang ,dengan tekad yang bulat setelah memohon restu kepada Sanghyang Guru di merajan dan mohon ijin kepada istri,saya menuju ke alamat yang ditulis pada majalah itu yaitu wantilan Pohgading Ubung Kaja.Saya tiba disana sekitar pukul 20:00. Diwantilan itu saya lihat sudah ramai orang-orang duduk dengan tertibnya ,ada yang duduk di utara dan ada yang duduk dibagian selatan. Pada awalnya saya bingung karena tidak tahu aturan disana.Karena saya lihat dibagian selatan sudah penuh,dan diutara masih banyak yang lowong tempatnya,akhirnya saya beranikan duduk dibagian group utara. Sambil menunggu meditasi dimulai,saya beranikan diri membuka percakapan dengan orang yang duduk disebelah saya.Kenapa duduknya dipisahkan ada diutara dan ada yang diselatan,jawaban yang saya terima adalah dibagian selatan adalah untuk para pemula dan diutara untuk para waskita , manik sekecap dan pemangku.Menurut orang itu pancaran energi dibagian utara lebih kuatJadi untuk pemula yang wadahnya belum cukup akan berbahaya.Akhirnya setelah mengucapkan terimakasih atas penjelasannya saya permisi pada orang itu yang saya lupa namanya.Akhirnya saya duduk dibarisan selatan dimana barisan para pemula.Disana saya melihat teman yang disebelah saya,mungkin sekeluarga besar, saya lihat beberapa dari mereka ada yang membawa selembar kertas berwarna merah.Lalu saya bertanya kertas apa itu dan dapat dimana? Dia menjawab bahwa kertas itu adalah tiket untuk Inisiasi bagi pemula yang baru pertama kali datang yang harganya Rp.50.000 bisa didapatkan dibelakang melalui Bapak Gabra.
Setelah mendapat keterangan itu saya langsung kebelakang dan mencari Bapak Gabra utnuk membeli tiket Inisiasi itu. Itulah malam pertama saya bergabung dengan Ajaran Suci Kundalini bimbingan Bapak Ngurah. Setelah di inisiasi langsung oleh Guru Sejati dengan menyentuh kening atau tepatnya selaning lelata saya dimana posisi mata siwa berada.Saya diberikan Bibit Kundalini melalui sentuhan tangan ajaib Beliau yang lembut terasa didahi saya,beberapa detik setelah itu saya meraskan ada sesuatu yang ’mengerayangi’ dahi saya seperti ada sesuatu benda yang bergerak di tulang punggung saya dan saya merasakan badan saya hangat.Waktu itu saya belum tahu tentang sensasi atau rasa. Saya pikir itu semua karena udara diwantilan saja yang panas karena banyak orang yang meditasi.Malam pertama itu saya mendapatkan Anugrah Bunga Padma, Bunga Wijaya Kusuma dan Tirta Gaib Sanjiwani dari Bapak Ngurah dan kemudian dialnjutkan dengan bermeditasi kearah Timur Laut ke Pura Tirta Empul Tampaksiring dan Tenggara kearah pantai Mertasari Sanur. Belakangan saya ketahui itu melukat secara gaib di kedua tempat melukat bagi murid murid Kundalini yang ketiganya ada di pantai pulau Menjangan. Bapak Ngurah dalam wacana beliau selalu menekankan akan arti pentingnya tentang kerharmonisan didalam berumah tangga. Dan mewanti wanti murid murid agar menjahui perselingkuhan dan selalu memegang teguh prinsip kejujuran dalam segala hal , agar rajin sembahyang Trisandhya dan Panca sembah serta diimbangi dengan melukat dikedua tempat suci yang dimaksud diatas dan menjadi orang yang dermawan dengan jalan berdana punia membantu orang yang dalam kesusahan.Sebelum meditasi itu diakhiri pukul 22:30 ,beliau berpesan pada murid murid Kundalini,dalam rangka HUT Kodya Denpasar akan diadakan malam pertunjukan wayang diwantilan Pohgading besok malam tepatnya malam Tumpek Wayang dengan Dalang nya adalah Bapak Agung Dalang dari Kediri. Bagi murid yaang hadir besok malam dan menonton wayang sampai berakhir akan dikasih Anugrah Mirah Delima !
Seperti dikomando,murid-murid semua mengatakan ….Hadirrrrrrrrrrr !!!
Itulah pengalaman pertama saya menjadi seorang murid Kundalini.Gairah hidup saya khususnya tentang spiritual menjadi hidup . Dan tekad saya dalam hati setelah peristiwa peristiwa`diatas yang saya alami dan akhirnya terdampar dipantai impian spiritual ini.Saya berjanji dalam hati bahwa inilah tonggak sejarah dalam hidupa yang saya jalani ini untuk berubah kearah yanga lebih baik dan suci seperti ajaran ajaran dari buku-buku ataupun copian lontar yang saya baca.
Pada kesempatan ini dan untuk selanjutnya saya berniat dan berjanji pada hati kecil saya yang paling dalam untuk belajar dan menerapkan ajaran ajaran suci itu.
Melangkah kedepan dengan pasti kearah hidup yang lebih baik berlandaskan kesucian. Masa lalu saya yang banyak suram dan belang-belangnya itu semoga dapat saya tinggalkan. Dan akhirnya memang dapat saya buktikan sendiri setelah beberapa minggu bergabung. Semua kebiasaan kebiasaan buruk masa lalu saya seperti Memotoh,Memunyah ,Memadat dan lainnya yang tidak bisa saya jelaskan mulai terkikis dan akhirnya dapat saya hentikan! Sifat saya yang temperamen mulai bisa saya kontrol dan semangat saya untuk melukat dan sembahyang ataupun ber-Tirtayatra ke pura-pura Kahyangan Jagat semakin besar. Akhirnya setelah merasakan akan adanya perubahan dalam diri saya,orang yang pertama saya tanya adalah istri saya sendiri. Apakah pandangan dia tentang suaminya yang sekarang dengan yang sebelumnya? Jawaban dari istri saya sudah saya perkirakan sebelumnya yaitu bahwa ada banyak perubahan dalam diri saya tentunya dalam artian positif.Baik itu secara fisik ataupun rohani saya telah berubah.Secara fisik badan saya semakin sehat dan berisi serta emosi saya semakin stabil terkontrol. Mungkin dalam pergaulan teman-teman saya belum bisa menerima perubahan diri saya yang 180 derajat ini. Tentunya banyak cemooh dan cibiran saya lihat dari perkataan ataupun dari mimik muka mereka. Tapi tekad saya sudah bulat,biarlah saya kehilangan teman-teman untuk sementara.Karena pergaulan lingkungan rumah saya sangat riskan untuk saya kembali menggeluti kehidupan lama saya yang mana membuat saya melupakan akan arti dari tujuan saya dilahirkan ini. Biarlah pengorbanan kehilangan teman-teman saya. Yang penting saya dan keluarga saya bisa memulai hidup harmonis.
Setelah kurang lebih dua bualan bergabung dan merasakan nikmatnya kehidupan spiritual pada diri saya.Dan sudah mengerti akan arti darpada sensasi ataupun rasa dari spiritual itu baik secara lahir maupun bathin.Setelah saya membuktikan Anugrah-Anugrah Suci Tuhan melaluii sentuhan tangan Bapak Ngurah. Terus terang saya dulu orangnya tidak begitu baik bagi keluarga.Waktu saya banyak saya habiskan diluar rumah,saya kena ”virus ACDC” yaitu suka judi dan wanita.Dan saya perokok berat. Pokoknya saya cukup jelek untuk keluarga . Saya hampir 10 tahun kena pergaulan ini. Akhirnya setelah sebulan bergabung dengan YSDS,saya total bisa berhenti baik itu judi,hidung zebra,merokok. Semuanya bisa saya hentikan….tas tas tuntas !!
Saya berkata dalam hati bahwa saya tidak mau sendirian menikmati nikmatnya kehidupan spiritual ini,saya harus mengajak istri dan anak saya ikut meditasi. Memang sebelumnya saya selalu mengajak anak dan istri saya didalam acara-acara yang dilakukan oleh yayasan baik melukat ataupun sembahyang bersama.Tapi saya lupa untuk meng-inisiasi istri saya ,akhirnya pada tanggal 10 April 2007 istri saya diinisiasi oleh Bapak Ngurah di wantilan Poh Gading pada acara meditasi bersama. Dan mulai saat itu hingga sekarang istri dan anak selalu saya ajak dalam kegiatan spiritual saya . Akhirnya berkat kemurahan Tuhan Yang Maha Kuasa melalui Sinar Suci Beliau dari perantaraan Guru Sejati Kundalini Bapak Putu Ngurah Ardika, S.Sn . Setelah bergabung dan rutin saya ajak ikut meditasi dan melukat ,maka dalam jangka waktu tigabulan rambut anak saya yang dulu rontok sampai alis dan bulu matanya.Lambat laun mulai tumbuh normal dan akhirnya kembali canti seperti semula. Terimakasih Tuhan atas kemurahan hatiMu melalui Bapak Ngurah engkau salurkan sinar suci penyembuhanMu. Dan melalui Sang Guru Sejati Kundalini pula Engkau tunjukan jalanMu yang mana dulu hamba tinggalkan. Semoga mulai sekarang penerangan api suciMu senantiasa menerangi jalan hidup kami dan keluarga hamba.
Biarpun kehidupan material kami berbeda dengan kehidupan kami yang dulu tapi kami bisa merasakan kebahagiaan hidup kami ini ,karena kami sudah bisa mensyukuri atas anugrah dari Tuhan , apapun dan berapapun yang kami dapatkan kami syukuri dengan tulus hati. Mungkin dulu ketika masih diberikan kesempatan dalam hal materi rejeki mengalir bagai air. Saya tidak bisa menjaga dan sya habiskan untuk kesenangan duniawi yang tidak sepantasnya. Makanya sekarang saya bisa maklumi dan mengerti tentang keadaan yang kami hadapi ini. Syukurlah saya mempunyai seorang istri yang baik yang tidak suka menuntut.Istri saya orang yang suka menerima keadaan. Cuma kenapa dulu saya menyia-nyiakan mereka,dengan asyik dengan judi dllllllll.Harapan kami semoga kebahagiaan dan kedamaian hati kami ini akan senantiasa kami rasakan. Ya Tuhan mohon berikan kami kekuatan untuk mempertahankan jalan kesucian yang telah kami tempuh ini. Dan saya punya keyakinan para Leluhur saya baik yang saya kenal ataupun tidak saya kenal akan memberikan restuNYA .Sehingga apapun petunjuk dan tuntunan dari Guru Sejati bisa kami ikuti dengan baik dan benar…………………” hayedy@hotmail.com
[ Dari: Made, murid setia bapak ]